Highvolta

 4 LIRIK LAGU WARAS 2018


1. Senjata Pemuas Massal – Krowbar

    47 bar yang berisi glosarium kata-kata kotor plus kamus adegan ranjang dengan beberapa kosakata lokal. Dikemas dengan musik rap boombap 90’s super keren. Sebagai contoh:“Iblis leksikon, neraka depan microphone// hapal kamasutra pdf file bondon// resmi ilegal kayak bungkus styrofoam//atau cabe-cabean diajakin skype om-om//” atau yang ini: //ewean pake E kapital legenda Compton/ waktu lo threesome ama Jonhson & Johnson/ jika masih kurang: “balik cewek pukul pantatnya kek botol kecap/hasil eksak iblis yang gua ekstrak/mainin klitoris kayak crossfader Vestax/. Percayalah, jika kalian adalah aktivis feminis garis keras sekalipun, kalian bisa berkompromi untuk yang satu ini tanpa perlu repot-repot menghakiminya sebagai bentuk sexisme, relasi kuasa, body-shaming atau apapun itu.

 

2. Bertahan adalah Cinta Terliar  – Senartogok

    Keluar dari stereotip lagu folk kekinian yang mengusung tema lirik soal senja, kopi, temaram atau cinta-cintaan muda-mudi. Musisi multi-genre: Senartogok, melampaui semua stigma itu dengan membuat lagu protes dengan lirik subtil yang cocok diputar di tengah area konflik penggusuran bersama para warga terdampak yang menolak mundur meski tahu mereka akan kalah. “nafaskanlah marah di tenggorokan tiran/ hujamkanlah asa di setiap tangisan/” Jika bertahan adalah bentuk cinta paling liar, maka bentuk kepasrahan paling gagah adalah berjuang tanpa mengharapkan kemenangan. “kita sudah melawan, Nak, Nyo. Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.” Jika perlu menyertakan satu qoute Pram di novelnya: Bumi Manusia.

 

3. Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Kebijaksanaan Dalam Impian Anak Band Andergron – Bvrtan

    Sepintas seperti lirik main-main. Namun, mereka sedang berusaha serius dengan kemain-mainannya. Bvrtan sanggup menggambarkan kenyataan tentang anak desa yang berambisi menjadi seorang musisi terkenal yang tak didukung dengan kondisi desa mereka yang penuh kompleksitas, ketimpangan juga kepahitan hidup. Mereka sanggup menghadirkan perasaan geli dan getir di setiap penggalan liriknya. Musik Norwegian Black Metal yang lazimnya mengusung tema tentang pagan, viking, mereka anggap tak relevan dan cocok jika dibawakan di sini karena perbedaan kondisi sosial. Tidak kontekstual. Itulah mengapa mereka kemudian mengusung tema tentang kerakyatan dan dinamika hidup di desa yang jauh dari pusat informasi.

 

4. Ulah Baong – Swasembada Meong

    Sebuah proyek solo Amenk Coy, seniman kenamaan kota Bandung. Dalam bahasa lokal ulah baong berarti jangan nakal. Sepintas mirip petuah orang tua pada anaknya yang akan beranjak dewasa. Namun, kita bisa temukan anomalinya setelah menonton video klipnya. Silakan ketik di kolom pencarian YouTube dengan judul di atas. Nakal, Kitsch, dan Beyond absurd.

Latest Articles

3 lagu Kebosanan ala Mark Kozelek

Andika Tzk a.k.a Urab | 16 Januari 2019

PRINT IS (NOT) DEAD, ANYMORE

Muhammad Hilmy Fadiansyah | 16 Januari 2019