Highvolta

Fistful of Steel


By: Gregorius Manurung

    

    Silence     

    Something about silence makes me sick

    Cause silence can be violent

 

    Sepenggal lirik lagu Fistful of Steel milik Rage Againts The Machine terus terngiang-ngiang di telinga saya ketika saya mengingat aksi pembubaran dan penyerangan pada kantor LBH Jakarta beberapa hari lalu. Jelas itu menggambarkan kondisi yang menyebabkan kejadian tersebut dan juga akan sedikit meramalkan bagaimana kondisi yang akan terjadi di masa depan.

 

    Apa penyebab kejadian penyerangan dan pembubaran kegiatan di LBH Jakarta? Jelas, kebodohan. Hal tersebut nampaknya sudah diketahui oleh kita semua yang geram melihat kegiatan tersebut. Tapi apa yang kita lakukan terhadap kebodohan tersebut? Sayangnya banyak dari kita hanya diam dan seperti yang terdapat dalam lirik tersebut cause silence can be violent.

 

    Mau tidak mau, suka tidak suka, sekarang kebodohan sudah menjadi tanggung jawab kita juga. Karena kebodohan sekaran ini sudah tidak dalam ruang lingkup pikiran atau argumen saja, sekarang mereka sudah dapat mengimplementasikan “ide” mereka dan mau tidak mau, kita akan terlibat dalam “aksi” mereka. Lalu ketika kita sadar akan kondisi kebodohan tetapi kita mendiamkan kebohodan adalah kesalahan terbesar manusia. Lalu sedikit menggambarkan lagi, RATM melanjutkan liriknya:

 

    Some speak the sounds

    But speak in silent voices

    Like radio in silent

    Though it fills the air with noises

    Its tranmissions bring submission

 

    Zack de La Rocha dan kawan-kawan kembali menantang kita dalam lagu tersebut. Apa yang menarik dari diam ketika kita memposisikan diri sebagai orang waras melihat ada ketidak-warasan dalam lingkungan kita? Juga tentunya kita tahu permasalahan tersebut membawa kita dan bahkan banyak orang di sekitar kita mundur dari kewarasan kita sekarang ini. Apa yang menarik dari diam? Hingga diam seakan menjadi candu yang menyebabkan kita terus berdiam diri seperti menjadi radio yang hanya diam atau dengan kata lain, tidak berguna. Bukankah itu menyakitkan? Sudah membuat kesalahan dengan mendiamkan kebodohan kita menjadi tidak berguna pula di waktu yang sama.

 

       Lalu apa yang harus kita lakukan? Bergerak. Bergerak untuk mengatasi kebodohan, karena kebodohan bisa saja terus berkembang dan akhirnya menjadi penyakit menular yang akan menjangkit dirimu, seperti dalam lagu “Mengadili Persepsi” milik Seringai //Dan kalau kita membiarkan saja, anak kita berikutnya//. Sebenarnya jika kita mendengar lagu Fistful of Steel kita akan menemukan jawabannya. Seperti yang dikatakan oleh Angela Davis,

 

        “In a racist society it is not enough to be non-racist –we must be anti-racist”

 

        Lalu akan sedikit saya modifikasi menjadi,

 

        “In a moron society it is not enough to be non-moron –we must be anti-moron”.

Latest Articles