Manifesto Meme: Kebudayaan Di Seluruh Dunia, Bersatulah

Ada hantu yang berkeliaran di internet. Hantu itu bernama meme. Kutipan tersebut adalah pembukaan dari Manifesto Partai Komunis yang telah berubah seiring perkembangan zaman. Hari ini umat manusia tak lagi terterror oleh kondisi perang, virus dan penyakit yang mematikan seperti pada abad pertengahan. Hari ini manusia modern diteror oleh sekumpulan gambar-gambar dan video lucu di internet.

Membicarakan internet adalah membicarakan fenomena global. Awalnya Internet hanya digunakan oleh militer Amerika untuk bertukar pesan. Internet kemudian dikembangkan dan menjadi tempat dimana informasi-informasi menyebar. Dari mulai pengetahuan, musik, berita-berita. Akibat dari kejenuhan akan informasi-informasi tersebut, manusia-manusia mulai mencari hiburan di internet dengan cara menyebarluaskan gambar-gambar hingga video-video komedi.

Alangkah tidak etis jika kita membicarakan meme tanpa tahu darimana hal ini berasal. Secara umum istilah meme diambil dari buku karangan ilmuan Richard Dawkins. Dalam penjelasannya, meme adalah istilah untuk menunjukan suatu sel paling kecil yang dapat membelah diri dan bertarung dengan sesamanya serta dapat menyebar secara simultan. Menurut Elon Musk, pemilik perusahaan Tesla dan penikmat meme, berdasarkan argumen Richard Dawkins dapat disimpulkan bahwa hanya meme yang terkuat yang dapat bertahan.  

Meme pertama kali muncul di internet pada tahun 2008. Awalnya meme dikenal lewat sebuah karya gambar berupa komik sederhana yang dibuat oleh aplikasi Paint dan diberika nama “Rage Comic” yang pertama kali muncul di forum 4chan. Di samping Rage Comic, meme pada awalnya adalah gambar single beberapa karakter yang memiliki format up and bottom teks seperti Bad Luck Brian, Drunk Steve, Courage Wolf dan Insanity Wolf.

Meme mengalami snowball effect yang cukup pesat beriringan dengan penyamarataan internet di dunia. Hari ini, sebuah forum bernama Reddit adalah sumber format-format dan literasi meme di Internet. Dengan perkembangannya yang semakin cepat meme memiliki masalah krusial, yakni tentang literasi.

Hari ini, banyak orang yang salah dalam mengartikan meme. Sebagai contoh, hal kecil seperti penyebutan meme terkadang orang masih salah. Meme dibaca mim bukan me-me. Lalu terdapat masalah dalam penggunaan format. Pada dasarnya meme adalah format literasi. Meme tidak sama dengan gambar lucu, meme memiliki literasi dan patokan yang mesti diikuti dan kebanyakan orang telah salah kaprah dan meninggalkan aturan tersebut. Kesalahan-kesalahan dalam penggunaan format menimbulkan kelas-kelas baru yang disebut dengan Elitist dan Normies.

Elitist adalah mereka yang diketahui membuat meme dan menyebarkan pertama kali di forum reddit. Mereka adalah orang-orang kreatif yang membuat budaya baru di internet dengan membuat format-format baru setiap harinya. Elitist ini dikenal sangat membenci orang-orang diluar reddit yang menyebarkan lawakan mereka keluar forum. Karena hal inilah mereka disebut para Elitist.

Setelah Elitist ada Normies. Normies adalah mereka yang terkadang terlambat mengikuti literasi dan perkembangan meme. Terkadang, normies adalah mereka yang tidak memiliki sama sekali literasi meme yang menyebabkan meme salah diartikan (missused meme) dan meme menjadi basi karena terlalu banyak digunakan (dead meme).

Meme adalah Bentuk Kebudayaan Paling Mutakhir

Hari ini, ketika setiap orang memiliki akses internet kita dapat melihat bagaimana meme sebagai budaya bekerja dan mengusik setiap sendi-sendi kehidupan kita. Hampir setiap hari kita melihat meme yang berseliweran di internet. akibatnya meme menjadi sebuah entitas, bahkan komoditas baru yang menjanjikan. Bayangkan, hari ini meme telah menjadi strategi marketing beberapa band khususnya di Indonesia yang digunakan untuk mempromosikan karya serta fanservice untuk para penggemarnya.

Format meme bisa berasal dari mana saja, banyak meme yang diambil dari karya-karya seniman besar. Paling sering meme diambil dari karya komikus, animator, kartun-kartun, game, film bahkan dari karya-karya musik.

Kekuatan besar meme adalah kekuatan yang dapat memberikan seseorang ketenaran yang tak terkira. Banyak orang yang memiliki ketenaran mendadak akibat efek dari sebuah meme walaupun ketenaran tersebut didapatkan dari beragam respon. Sebagai contoh, Tim Buckey seorang komikus yang membuat drama komik berjudul “Ctrl+Alt+Del’s” diolok-olok oleh sejagat internet karena komiknya yang berjudul Loss.

Meme adalah bentuk kritikan walaupun dalam konteks komedi. Kritik dan dampak meme juga sangat berpengaruh pada penjualan game, jumlah penonton film serta jumlah angka pemutaran lagu yang dijadikan meme. Hari ini tidak aneh jika banyak orang yang membawa catatan untuk memperhatikan dialog-dialog dalam film terbaru, membedah lirik-lirik dalam musik dan repsonsif terhadap sebuah isu hanya demi menuliskannya dan menjadikannya lawakan di internet.

Meme juga telah banyak membantu bahkan melegitimasi ketenaran band dan musisi di seluruh belahan dunia. Sebut saja bagaimana lagu Next Episode milik Dr.Dre menjadi lagu sepanjang masa karena masih terus digunakan sebagai format meme sampai sekarang. Contoh lain antara lain lagu klasik Never Gonna Give You Up milik Rick Astley mendapatkan berjuta-juta klik di youtube atau solois Drums yang mengakui dampak meme dan berterimakasih secara official pada para memer yang membuat lagunya “Money” mendadak banyak diputar. Kondisi tak jauh berbeda menimpa Rapper minor Boy Boy West Coast yang tiba-tiba tekenal karena lagunya “Bottom Up” secara menadak viral akibat meme. Yang paling anyar, giliran “Tiny Little Adamantium” milik Shibuya Records yang mendapat porsinya akibat kekuatan meme.

Selain dampak-dampak positif. Meme sebagai budaya memiliki satu masalah yaitu copyright. Hal ini masih terus diperdebatkan. Perdebatan yang kadung muncul yaitu pertentangan tentang pakah meme adalah sebuah karya atau bukan? Yang menjadi leta permasalahan ini adalah bentuk meme itu sendiri. Pada dasarnya meme adalah  hasil campur aduk berbagai karya seni yang menjadi sesuatu yang baru.

Beragam kasus bermunculan setiap hari. Yang paling besar adalah kasus Fuck Fuck Jerry, dimana meme curian diperjualbelikan oleh pemilik Fuck Jerry. Kemarin, jagat internet di Indonesia dihebohkan oleh kasus Hokben. Kasus ini adalah kasus pencurian meme milik seorang memer bernama _rthrbe oleh akun band Polkawars. Kasus-kasus yang telah disebutkan di atas membuktikan bahwa masalah copyright dalam meme membutuhkan urgensi secepatnya karena hari ini meme telah menjadi komoditas profit. Terakhir, Meme adalah kebudayaan baru yang mesti diterima dan terus dikritisi. Sebab kita sebagai generasi baru yang mengenalnya sebegitu dekat akan terus menerus menanggung berbagai masalah dari perkembangannya.